Carila Tuhan

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Yesaya 55:6 ??

Friday, December 24, 2010

Merry Christmas



"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. -- Matius 1:23
Selamat hari Natal 25 Desember 2010 dan Tahun baru 1 Januari 2011 bagi yang merayakannya

Wednesday, December 22, 2010

Our Mother Is the Sweetest


Our mother is the sweetest and
Most delicate of all.
She knows more of paradise
Than angels can recall.

She's not only beautiful
But passionately young,
Playful as a kid, yet wise
As one who has lived long.

Her love is like the rush of life,
A bubbling, laughing spring
That runs through all like liquid light
And makes the mountains sing.

And makes the meadows turn to flower
And trees to choicest fruit.
She is at once the field and bower
In which our hearts take root.

She is at once the sea and shore,
Our freedom and our past.
With her we launch our daring ships
Yet keep the things that last.

Tuesday, December 21, 2010

A Mother's Love Determines How


A mother's love determines how
We love ourselves and others.
There is no sky we'll ever see
Not lit by that first love.

Stripped of love, the universe
Would drive us mad with pain;
But we are born into a world
That greets our cries with joy.

How much I owe you for the kiss
That told me who I was!
The greatest gift--a love of life--
Lay laughing in your eyes.

Because of you my world still has
The soft grace of your smile;
And every wind of fortune bears
The scent of your caress.

Before I Was Myself, You Made Me, Me Music: Fugue in F Minor.


Before I was myself you made me, me
With love and patience, discipline and tears,
Then bit by bit stepped back to set me free,

Allowing me to sail upon my sea,
Though well within the headlands of your fears.
Before I was myself you made me, me

With dreams enough of what I was to be
And hopes that would be sculpted by the years,
Then bit by bit stepped back to set me free,

Relinquishing your powers gradually
To let me shape myself among my peers.
Before I was myself you made me, me,

And being good and wise, you gracefully
As dancers when the last sweet cadence nears
Bit by bit stepped back to set me free.

For love inspires learning naturally:
The mind assents to what the heart reveres.
And so it was through love you made me, me
By slowly stepping back to set me free.

Thursday, December 9, 2010

SEJARAH LAGU MALAM KUDUS


SEJARAH LAGU MALAM KUDUS

Menjelang natal seperti saat ini, ada salah satu yang tidak bisa dilepaskan dari perayaan untuk menanti datangnya natal, yaitu lagu MALAM KUDUS. Lagu ini biasanya tidak pernah absent dalam setiap perayaan natal hihihihi ngk seperti saya yang biasanya suka abses waktu kuliah. Lagu malam kudus, itu yang biasanya terdengar saat menanti saat-saat natal.

Kisah lagu “Malam Kudus” berawal dari sebuah kota yang indah bernama Salzburg di Austria. Di tengah semarak dan megahnya kota yang dipimpin oleh Prince Archbishop, tinggallah seorang penenun sederhana bernama Anna. Anna, sebatang kara di dunia ini, hidup sangat sederhana, hampir tak ada harapan untuk meningkatkan taraf hidupnya atau bahkan untuk menikah. Suatu ketika, ia jatuh cinta kepada seorang prajurit yang ditempatkan di Salzburg. Dari prajurit itu ia mengandung seorang bayi yang dilahirkannya pada tanggal 11 Desember 1792. Malangnya, sang prajurit tak hendak bertanggung-jawab atas puteranya dan meninggalkan Anna serta sang bayi untuk memperjuangkan hidup mereka sendiri. Walau demikian, Anna menambahkan nama keluarga sang prajurit kepada nama bayinya, yang ia namakan Joseph Mohr. Menjadi seorang ibu tanpa pernah menikah, dengan seorang anak haram, Anna harus menghadapi cemoohan dan penolakan masyarakat. Pada akhirnya, ia minta kepada algojo kota untuk menjadi wali baptis bagi bayinya Joseph.


Anna memberikan yang terbaik yang mampu ia berikan bagi Joseph. Ia sadar bahwa pendidikan yang baik akan memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi puteranya. Imam paroki setempat mengetahui kecemerlangan Joseph dan juga bakatnya menyanyi. Ia mengatur agar Joseph dapat bersekolah di sekolah biara yang terkenal di Kremsmunster. Di sana, Joseph muda menonjol dalam pelajaran-pelajarannya. Di kemudian hari ia merasakan panggilan untuk menjadi seorang imam dan masuk seminari pada usia 16 tahun. Akhirnya, ketika siap untuk ditahbiskan pada usia 22 tahun, Joseph membutuhkan dispensasi khusus sebab ia tak mempunyai seorang ayah.

Joseph Mohr ditugaskan sebagai pastor pembantu di Gereja St. Nikolaus di Oberndorf, sekitar 10 mil baratlaut kota Salzburg, di tepi Sungai Salzach. (Gereja St. Nikolaus dihancurkan banjir pada tahun 1899, tetapi sebuah kapel peringatan berdiri di sana hingga sekarang.) Paroki di mana ia ditempatkan sangat sederhana, imam parokinya keras dan hemat, begitulah halusnya.

Di sini, Pastor Mohr bersahabat dengan Franz Gruber. Gruber adalah putera seorang penenun yang kurang menghargai musik. Franz diharapkan untuk melanjutkan usaha dagang ayahnya. Meskipun ditentang sang ayah, Franz mulai belajar bermain gitar dan organ. Pastor paroki bahkan mengijinkan Franz untuk berlatih di gereja. Bakatnya pun segera dikenali, dan ia dikirim untuk belajar musik secara resmi. Pada akhirnya ia menetap di kota Oberndorf dengan bekerja sebagai seorang guru musik dan membina hidup berkeluarga dengan duabelas anak. Mohr dan Gruber saling berbagi dalam kecintaan mereka akan musik, mereka berdua bermain gitar.

Pada tanggal 23 Desember 1818, saat Natal hampir tiba, Mohr mengunjungi seorang ibu dengan bayinya yang baru lahir. Dalam perjalanan pulang ke Pastoran, ia berhenti di tepi sungai dan merenungkan peristiwa Natal yang pertama. Ia menulis sebuah puisi yang menggambarkan intisari peristiwa iman yang agung itu dan memberinya judul Stille Nacht, beilige Nacht; Malam Sunyi, Malam Kudus. Dalam komposisinya, ia berhasil menangkap misteri inkarnasi dan kelahiran Kristus yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata: Bayi Yesus yang Kudus, yang adalah Kristus Sang Juruselamat, Putra Allah, dan Terang Sejati Allah, dilahirkan oleh Santa Perawan Maria dan memenuhi dunia dengan rahmat penebusan dari surga.

Sekembalinya ke paroki, ia dikecewakan dengan berita bahwa organ gereja rusak. Tikus-tikus yang rakus telah menggerogotinya melalui pengembus, melumpuhkan sistem embusan yang dibutuhkan pipa-pipa untuk menghasilkan musik. Karena Natal sudah di ambang pintu dan tanpa dana yang cukup untuk memperbaiki organ, umat khawatir Misa Natal tengah malam tidak akan meriah. Pastor Mohr bergegas menuju rumah sahabatnya, Franz Gruber, dan menceritakan kesedihannya. Ia menyerahkan puisinya kepada Gruber dan memintanya untuk menuliskan melodi atas puisi tersebut agar dapat dimainkan dengan gitar. Franz Gruber menyelesaikan tugas pada waktunya. Dalam Misa Natal tengah malam pada tahun 1818, dunia mendengarkan untuk pertama kalinya lagu yang sederhana namun agung, yang kita kenal sebagai lagu Malam Kudus.

Lagu Malam Kudus mendapat sambutan yang sangat baik dan dengan cepat menyebar ke seluruh Austria, seringkali secara gampang disebut sebagai A Tyrolean Carol. Frederick Wilhelmus IV, Raja Prusia, mendengarkan Malam Kudus dinyanyikan di Gereja Berlin Imperial dan memerintahkannya agar dinyanyikan di segenap penjuru kerajaan pada pesta-pesta dan perayaan Natal. Ironisnya, lagu tersebut menjadi terkenal tanpa penghargaan kepada para penggubahnya. Sebagian orang berpikir bahwa Michael Haydn, saudara dari komposer terkenal Franz Joseph Haydn, yang menuliskannya. Oleh sebab itu, Raja Frederick Wilhelmus, memerintahkan agar dicari penggubah yang sebenarnya.

Suatu hari, para utusan raja tiba di biara St. Petrus di Salzburg untuk menanyakan perihal penggubah lagu Malam Kudus. Felix, putera Franz Gruber, yang menjadi murid di sana, menemui mereka dan menceritakan kisah di balik lagu Malam Kudus serta mengantar mereka kepada ayahnya, yang sekarang menjadi pemimpin paduan suara di suatu paroki lain. Sejak saat itulah, keduanya, Mohr dan Gruber, diakui sebagai penggubah lagu Malam Kudus.

Pastor Joseph Mohr wafat dalam usia 56 tahun pada tanggal 4 Desember 1848 karena tuberculosis. Gruber wafat dalam usia 76 tahun.

Terjemahan lagu Malam Kudus dalam bahasa Inggris dilakukan oleh Jane Campbell pada tahun 1863 dan dibawa ke Amerika pada tahun 1871, muncul dalam Buku Nyanyian Sekolah Minggu Charles Hutchins. Sementara terjemahan dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh Yamuger / Seksi Musik Komlit KWI pada tahun 1992.

Lirik bahasa Indonesia
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

Malam kudus sunyi senyap Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyayikannya, kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”
Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terusdi wajah-Mu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.
(Referensi: Kidung Jemaat, 92)

Lirik bahasa Inggris

Silent night, Holy night All is calm, all is bright
‘Round yon virgin Mother and Child
Holy infant so tender and mild Sleep in heavenly peace
Sleep in heavenly peace

Silent night, holy night Shepherds quake at the sight
Glories stream from Heaven afar Heav’nly hosts sing Alleluia
Christ the Saviour is born Christ the Saviour is born

Silent night, holy night Son of God, love’s pure light
Radiant beams from Thy holy face
With the dawn of redeeming grace
Jesus, Lord at Thy birth Jesus, Lord at Thy birth

Sumber :
* Fr. Saunders is pastor of Queen of Apostles Church in Alexandria.

sumber : “Straight Answers: What Can You Tell Me about the Song ‘Silent Night’?” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright Arlington Catholic Herald, Inc. All rights reserved; www.catholicherald.com

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

Wikipedia – malam kudus

http://willmen46.wordpress.com/2007/12/07/lagu-malam-kudus/

SEJARAH POHON NATAL


SEJARAH POHON NATAL

Dari mana asal mula tradisi memasang pohon Natal?

Ada cukup banyak legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai penggunaan Pohon Natal dalam Perayaan Hari Natal, di antaranya adalah:

Sejarah pohon natal dimulai dari Jerman. Konon Bangsa Jerman kuno memiliki kebiasaan memasang batang pohon (lengkap dengan cabang-cabang dan daun-daunnya) di tempat tinggal mereka untuk mengusir ‘bad spirit’, dan sebagai simbol agar musim semi cepat tiba. Kebiasaan ini telah dimiliki pada zaman dahulu bahkan sebelum kitab-kitab suci dibawa oleh para nabi.

Pada saat kristen menyebar di Jerman, gereja tidak menyukai kebiasaan tersebut dan melarangnya. Sekitar abad ke-12, seorang pemilik bakery memiliki ide untuk menaruh batang pohon tersebut dalam keadaan terbalik dan hal ini disetujui oleh gereja katolik.
Setelah protestan muncul, Martin Luther King mempopulerkan dengan posisi natural seperti pohon pada umumnya dan dihiasi dengan lilin-lilin untuk menunjukkan pada anak-anaknya bagaimana bintang-bintang berkilauan di langit yang kelam. Dan seiring dengan waktu, pohon natal pun didekorasi dengan hiasan-hiasan menarik seperti lampu-lampu, angel, bahkan cokelat dan apel.

Pohon natal pertama di Inggris datang karena raja Georgian yang berasal dari Jerman. Pada saat itu rakyat Inggris kurang bersimpati pada monarki Jerman sehingga trend tersebut tidak merakyat di kalangan mereka.

Pada tahun 1846 ratu Victoria dan pangeran Jermannya, Albert digambarkan oleh London News berdiri beserta kedua anak mereka mengelilingi pohon natal. Karena ratu Victoria sangat populer di hati rakyat, segeralah pohon natal menjadi trend di kalangan rakyat Inggeris bahkan menyebar hingga ke pantai timur Amerika. Pohon natal pertama di Amerika konon bermula di Pennsylvania yang dipopulerkan oleh pendatang yang berasal dari Jerman.

Secara tradisional, pohon natal di Jerman dipasang dan dihias pada tanggal 24 Desember saat malam natal, hingga setelah dua belas hari yakni tanggal 6 Januari. Tetapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kebiasaan memasang pohon natal pertama kali di Amerika dipopulerkan oleh tentara Jerman Hessian.

Pengalaman "supranatural" St. Boniface

Menurut sebuah legenda, ada seorang pendeta Inggris bernama St. Boniface yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tsb dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Martin Luther dan pohon cemaranya

Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Setelah protestan muncul, Martin Luther King mempopulerkan dengan posisi natural seperti pohon pada umumnya dan dihiasi dengan lilin-lilin untuk menunjukkan pada anak-anaknya bagaimana bintang-bintang berkilauan di langit yang kelam. Ia begitu terkesan akan keindahan suasana Natal dan bertaburannya bintang diatas pohon cemara disekitar rumahnya, sehingga ia berusaha untuk mengalihkan suasana Natal ini ke dlm rumahnya dgn cara mendekorasi pohon cemara tsb menjadi pohon Natal. Dan seiring dengan waktu, pohon natal pun didekorasi dengan hiasan-hiasan menarik seperti lampu-lampu, angel, bahkan cokelat dan apel.

Legenda yang lain mengatakan, konon Bangsa Jerman kuno memiliki kebiasaan memasang batang pohon (lengkap dengan cabang-cabang dan daun-daunnya) di tempat tinggal mereka untuk mengusir ‘bad spirit’, dan sebagai simbol agar musim semi cepat tiba. Kebiasaan ini telah dimiliki pada zaman dahulu bahkan sebelum kitab-kitab suci dibawa oleh para nabi.

Secara tradisional, pohon natal di Jerman dipasang dan dihias pada tanggal 24 Desember saat malam natal, hingga setelah dua belas hari yakni tanggal 6 Januari.

Pada saat kristen menyebar di Jerman, gereja tidak menyukai kebiasaan tersebut dan melarangnya. Sekitar abad ke-12, seorang pemilik bakery memiliki ide untuk menaruh batang pohon tersebut dalam keadaan terbalik dan hal ini disetujui oleh gereja katolik.

Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an. Tetapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kebiasaan memasang pohon natal pertama kali di Amerika dipopulerkan oleh tentara Jerman Hessian.

Pada tahun 1846 ratu Victoria dan pangeran Jermannya, Albert digambarkan oleh London News berdiri beserta kedua anak mereka mengelilingi pohon natal. Karena ratu Victoria sangat populer di hati rakyat, segeralah pohon natal menjadi trend di kalangan rakyat Inggeris bahkan menyebar hingga ke pantai timur Amerika. Pohon natal pertama di Amerika konon bermula di Pennsylvania yang dipopulerkan oleh pendatang yang berasal dari Jerman.

Pertama kali pohon Natal tercantum secara tertulis di Elsas pada tahun 1520 sedangkan lukisan tertua yg menggambarkan pohon natal dihias berasal dari th 1579. Baru di tahun 1850 pohon Natal itu merambat menjadi tradisi di seluruh dunia.

Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di Rockefeller Center di 5th Avenue New York AS.

Pohon natal pertama di Inggris datang karena raja Georgian yang berasal dari Jerman. Pada saat itu rakyat Inggris kurang bersimpati pada monarki Jerman sehingga trend tersebut tidak merakyat di kalangan mereka.

Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada jaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.

Pohon Natal itu sendiri bukanlah suatu keharusan di gereja maupun di rumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain "evergreen". Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya. Esensi filosofi itulah yang diambil oleh Martin Luther saat melihat pohon cemara di tengah musim salju.

Filosofi inilah yang diabaikan oleh beberapa aliran kristen fundamentalis yang melarang pohon natal di gereja mereka. Hal ini disebabkan mereka selalu menggunakan dasar tertulis alkitabiah. Bila tidak ada di Alkitab maka tidak boleh diadakan, maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari.

Jenis-jenis pohon natal yang biasa digunakan di Eropa:
Silver Fir : Abies alba (the original species)
Nordman Fir : Abies nordmanniana
Noble Fir : Abies procera
Norway spruce Picea abies (the cheapest)
Serbian spruce : Picea omorika
Scots Pine: Pinus sylvestris
.
Jenis-jenis pohon natal yang biasa digunakan di Amerika :
Balsam Fir : Abies balsamea
Fraser Fir : Abies fraseri
Grand Fir : Abies grandis
Noble Fir : Abies procera
Red Fir : Abies magnifica
Douglas Fir :Pseudotsuga menziesii
Scots Pine: Pinus sylvestris
Stone Pine : Pinus pinea

Sumber: Galileo, wikipedia, PEPAK, http://sabda.org/lead/sejarah_pohon_natal, http://willmen46.wordpress.com/2007/11/25/sejarah-pohon-natal/

Wednesday, December 8, 2010

Kronologi kehidupan Yesus


Kronologi kehidupan Yesus

Yesus lahir di Bethlehem, dalam masa pemerintahan Kaisar Augustus. Saat itu, Maria telah bertunangan dengan Yusuf, seorang tukang kayu (Mat. 1:1; Lukas 3:23; bandingkan Yoh. 7:42). KelahiranNya pertama kali disampaikan langsung oleh para malaikat kepada para gembala (Lukas 2:8-20). Orang-orang majus dari Timur datang ke Betlehem untuk melihat dan menyembah Dia yang telah lahir sebagai "Raja orang Yahudi" dengan membawa hadiah (Mat. 2:1-12). Dalam mimpinya, Yusuf diberitahukan oleh malaikat untuk pergi ke Mesir bersama dengan Maria dan bayi Yesus guna menghindari amukan Herodes yang jahat dan cemburu. Di sana mereka menunggu sampai Herodes mati (Mat. 2:13-23). Dan benarlah yang disampaikan oleh malaikat itu, ketika mereka berada di Mesir, Herodes membantai semua bayi laki-laki orang Israel di Betlehem.

Saat mereka kembali, mereka tinggal di Nazareth , di wilayah Galilea (2:23; bandingkan Lukas 4:16; Yoh. 1:46, dst.). Pada umur duabelas tahun Ia pergi ke Yerusalem menghadap Pemimpin Hari Raya bersama dengan orang tuaNya. Disana, di Bait Allah, "ditengah-tengah alim ulama" semua yang mendengar Dia "tercengang dengan hikmat dan jawaban-jawabanNya" (Lukas 2:41, dst.).

Delapan belas tahun yang tidak diketahui, kecuali pada saat Ia kembali ke Nazareth dan "dan bertambah-tambah hikmat melebihi orang lain", dan "dikasihi Tuhan dan manusia" (Lukas 2:52). Sangat mungkin dia bekerja sebagai tukang kayu seperti halnya Yusuf.

Dia memulai pelayanan ketika dia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Seperti yang kita percaya bahwa pelayananNya berlangsung selama tiga tahun. Tiap tahunnya mempunyai kejadian tersendiri.

Ada dua sudut pandang, yaitu sudut pandang menurut Alkitab yang paling sering digunakan dan sudut pandang Titianus, seorang sejarawan Yunani, yang jarang digunakan.

Kelahiran Hingga Mulai Pelayanan

  • Lahir di Bethlehem (Mat 1:18-25; Luk 2:1-7)
  • Dikunjungi gembala domba di Bethlehem (Luk 2:8-20)
  • Dibawa ke Bait Allah di Yerusalem (Luk 2:21-40) dan disunat
  • Dikunjungi oleh orang majus di Bethlehem (Mat 2:1-12)
  • Sekeluarga lari ke Mesir (Mat 2:13-18)
  • Kembali ke Nazaret (Mat 2:19-23)
  • Mengunjungi Bait Allah di Yerusalem, umur 12 tahun (Luk 2:41-52)
  • Dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, usia sekitar 30 tahun (Mat 3:13-17; Mk 1:9-11; Luk 2:31-23; Yoh 1:29-30)
  • Dicobai oleh Iblis di padang gurun (Mat 4:1-11; Mk 1:12-13; Luk 4:1-13)
  • Melakukan mujizat pertama, yaitu mengubah air menjadi anggur di pesta perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11)
  • Menyucikan Bait Allah (mengusir para pedagang dan penukar uang) (Yoh 2:14-22)
  • Percakapan antara Yesus dengan Nikodemus (Yoh 3:1-21)
  • Percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria (Yoh 4:5-42)
  • Menyembuhkan anak seorang pegawai istana (Yoh 4:46-54)
  • Ditolak warga kampung halaman sendiri (Nazaret) (Luk 4:16-31)
  • Empat orang nelayan menjadi murid Yesus (Simon Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus) (Mat 4:18-22; Mk 1:16-20; Luk 5:1-11)
  • Menyembuhkan ibu mertua Petrus (Mat 8:14-17; Mk 1:29-34; Luk 4:38-41)
  • Perjalanan pertama, memberitakan firman di daerah Galilea (Mat 4:23-25; Mk 1:35-39; Luk 4:42-44)
  • Keputusan Matius menjadi murid Yesus (Mat 9:9-13; Mk 2:13-17; Luk 5:27-32)
  • Yesus memilih keduabelas muridNya (Mk 3:13-19; Luk 6:12-15)

Pelayanan Selama 3,5 Tahun

  • Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit (Mat 5:1-7:29; Luk 6:20-49)
  • Yesus diurapi dengan minyak wangi oleh seorang perempuan berdosa (Luk 7:36-50)
  • Yesus melakukan perjalanan lagi di daerah Galilea (Luk 8:1-3)
  • Yesus memberitakan beberapa perumpamaan mengenai kerajaan sorga (Mat 13:1-52; Mk 4:1-34; Luk 8:4-18)
  • Yesus meredakan badai (Mat 8:23-27; Mk 4:35-41; Luk 8:22-25)
  • Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus yang mati (Mat 9:18-26; Mk 5:21-43; Luk 8:40-56)
  • Yesus mengutus ke-12 murid untuk memberitakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang yang sakit (Mat 9:35-11:1; Mk 6:6-13; Luk 9:1-6)
  • Yohanes Pembaptis dibunuh oleh Herodes (Mat 14:1-12; Mk 6:14-29; Luk 9:7-9)
  • Yesus memberi makan kepada 5 ribu orang (Mat 14:13-21; Mk 6:30-44; Luk 9:10-17; Yoh 6:1-14)
  • Yesus berjalan di atas air (Mat 14:22-33; Mk 6:45-52; Yoh 6:61-21)
  • Yesus pergi ke kota Tirus dan Sidon (Mat 15:21-28; Mk 7:24-30)
  • Yesus memberi makan kepada 4 ribu orang (Mat 15:32-39; Mk 8:1-9)
  • Petrus mengakui Yesus sebagai Anak Allah (Mat 16:13-30; Mk 8:27-30; Luk 9:19-21)
  • Yesus menjelaskan kepada murid-murid mengenai kematian-Nya yang akan datang (Mat 16:21-26; Mk 8:31-37; Luk 9:22-25)
  • Yesus dimuliakan di gunung (Mat 17:1-13; Mk 9:2-13; Luk 9:28-36)
  • Yesus membayar bea di Bait Allah (Mat 17:24-27)
  • Yesus hadir pada hari raya Pondok Daun (Yoh 7:11-52)
  • Yesus dan perempuan yang berzinah (Yoh 8:2-11)
  • Yesus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir (Yoh 9:1-41)
  • Yesus mengunjungi Maria dan Martha (Luk 10:38-42)
  • Yesus membangkitkan Lazarus yang mati (Yoh 11:1-44)
  • Yesus memulai perjalanan akhir menuju Yerusalem (Luk 17:11)
  • Yesus memberkati anak-anak kecil (Mat 19:13-15; Mk 10:13-16; Luk 18:15-17)
  • Yesus bicara kepada orang muda yang kaya (Mat 19:16-30; Mk 10:17-30; Luk 18:18-30)
  • Yesus kembali meramalkan kematian dan kebangkitan-Nya (Mat 20:17-19; Mk 10:32-34; Luk 18:31-34)
  • Yesus menyembuhkan Bartimeus yang buta (Mat 20:29-34; Mk 10:46-52; Luk 18:35-43)
  • Yesus bicara kepada Zakheus (Luk 19:1-10)
  • Yesus kembali ke Betania, mengunjungi Maria dan Martha (Yoh 11:55-12:1)

Minggu Terakhir Sebelum Penyaliban

  • Yesus memasuki Yerusalem dalam suasana meriah (Mat 21:1-11; Mk 11:1-10; Luk 19:29-44; Yoh 12:12-19)
  • Yesus mengutuk pohon kurma (Mat 21:18-19; Mk 11:12-14)
  • Yesus kembali menyucikan Bait Allah (Mat 21:12-13; Mk 11:15-18)
  • Orang Farisi menanyakan dari mana Yesus peroleh kuasa (Mat 21:23-27; Mk 11:27-33; Luk 20:1-8)
  • Yesus mengajar di Bait Allah (Mat 21:28-23:39; Mk 12:1-44; Luk 20:9-21:4)
  • Yesus diurapi dengan minyak wangi (Mat 26:6-13; Mk 14:3-9; Yoh12:2-11)
  • Orang Farisi mulai menyusun rencana penangkapan Yesus (Mat 26:14-16; Mk 14:10-11; Luk 22:3-6)
  • Yesus mengadakan Perjamuan Paskah (Mat 26:17-29; Mk 14:12-25; Luk 22:7-20; Yoh 13:1-38)
  • Yudas Iskariot mengkhianati Yesus
  • Yesus menasihati dan menghibur murid-murid-Nya (Yoh 14:1-16:33)
  • Yesus di Taman Getsemani (Mat 26:36-46; Mk 14:32-42; Luk 22:40-46)
  • Yesus ditangkap dan dibawa menghadap pada Makhamah Agama (Mat 26:47-27:26; Mk 14:43-15:15; Luk 22:47-23:25; Yoh 18:2-19:16)
  • Petrus menyangkal Yesus tiga kali
  • Yesus dibawak menghadap Pontius Pilatus kemudian Herodes
  • Yesus disalibkan dan kematian Yesus (Mat 27:27:56; Mk 15:16-41; Luk 23:26-49; Yoh 19:17-30)
  • Yesus dikubur (Mat 27:57-66; Mk 15:42-47; Luk 23:50-66; Yoh 29:31-42)

Pasca Kebangkitan Yesus

  • Kuburan Yesus ditemukan dalam keadaan kosong (Mat 28:1-10; Mk 16:1-8; Luk 24:1-12; Yoh 20:1-10)
  • Maria Magdalena melihat Yesus di kebun (Mk 16:9-11; Yoh 2:11-18)
  • Yesus menampakkan diri kepada dua murid dalam perjalanan luar kota (Mk 16:12-13)
  • Yesus menampakkan diri kepada 10 murid (Mk 16:14; Luk 24:35-43; Yoh 20:19-25)
  • Yesus menampakkan diri kepada 11 murid seminggu sesudah itu (Yoh 20:26-31)
  • Yesus bicara lagi dengan beberapa murid-Nya seminggu kemudian (Yoh 21:1-25)
  • Kenaikan Yesus ke sorga (Mat 28:16-20; Mk 16:19-20; Luk 24:44-53)

ASAL MULA PERAYAAN HARI NATAL


ASAL MULA PERINGATAN NATAL

Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal.

Yusuf, Maria, dan bayi Yesus

Sudah bisa dipastikan tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus. Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya dipadang rumput. (Injil Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi.

Dalam tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama.

Pendapat lain mengatakan bahwa hari Natal ditetapkan jatuh pada tanggal 25 Desember pada abad ke 4 oleh kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I. Tanggal 25 Desember tersebut dipilih sebagai Natal karena bertepatan dengan kelahiran Dewa Matahari (Natalis Solis Invicti atau Sol Invictus atau Saturnalia) yang disembah oleh bangsa Romawi. Perayaan Saturnalia sendiri dilakukan oleh orang Romawi kuno untuk memohon agar Matahari kembali kepada terangnya yang hangat(Posisi bumi pada bulan Desember menjauh dari matahari, seolah-olah mataharilah yang menjauh dari bumi).

Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Seventh Day Baptist (Gereja Baptis Hari Ketujuh), Saksi-Saksi Yehuwa, United Church of God (Perserikatan Gereja Tuhan), Messianic Judaism (Yahudi Mesianik), dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia (Unitarian Indonesian Church).

Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, dimana yang terpenting bukanlah ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.

Tahun kalender Masehi diciptakan pada abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus. Tahun Masehi yang kita gunakan sekarang ini disebut juga anno Domini (Tahun Tuhan).

Bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada tahun 1 SM? Ia mengambil data dari catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 754 kalender Romawi itu adalah tahun ke 15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius seperti yang tercantum di Lukas 3:1-2. Data inilah yang dijadikan patokan olehnya untuk mengawali tahun 1 SM.

Di samping itu ia juga mengambil data dari Lukas 2:1-2 yang menyatakan bahwa Kirenius (Gubenur dari Siria) pertama kali menjalankan program sensus.

Arti Kata Natal ; Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Yesus".

Bukti Sejarah Perayaan Natal menurut Encyclopedia Katolik, edisi 1911, dengan judul "Christmas",

"Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."

"Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."

Babilon

Ratu Babel Semiramis Istri Nimrod, Perintahkan dunia ketika Dewa Nimrod mati untuk merayakan kelahiran putranya Dewa Tamus (Dewa Matahari/Baal) yang dipercaya lahir 25 Desember

Siapakah Tamus ?

Yehezkiel 8:14 Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.

Tanggal 21 Desember Baal/Dewa Matahari mati, 24 Desember mulai muncul, 25 Desember lahir kembali. Tanggal itu dirayakan untuk menyembah : TAMUS, HORUS, ORISIS dengan pesta gila-gilaan, mengorbankan bayi kepada Baal, mabuk-mabukan. Pohon dihiasi dengan bola-bola kecil untuk melambangkan Penyembahan kepada Dewa Matahari

Romawi Dan Kaisar Konstantin

Abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang percaya tentang politheisme.

Konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus

Tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember .

Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama.

Gereja yang tidak merayakan Natal antara lain, namun tidak terbatas hanya yang di daftar ini adalah;


1. Gereja Yesus Kristus
2. Gereja Mormon
3. Saksi Yahwe
3. The Worldwide Church of God
4. Torah Observant Messianic Jewish Congregations

5. Gereja MAHK


Bukti Alkitab


1. PERHITUNGAN BULAN


Lukas 1:26-31

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus


Hari Raya Yahudi


Nisan : Maret- April

Iyyar : April- Mei

Sivan : Mei-Juni

Tamuz : Juni-Juli

Ab : Juli-Agustus

Elul : Agustus-September

Tisyi ; September-Oktober

Marhheesvan : oktober-November

Khislev : November-Desember

Tebet : Desember Januari

Syebat : Januari Pebruari

Adar : Februari-Maret


2. PERINTAH UNTUK PENDAFTARAN PENDUDUK


Lukas 2:1-5 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.


3. MUSIM – PARA GEMBALA DI PADANG


Lukas 2:8-11 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.


Tanggal 25 Desember diperkirakan adalah hari kelahiran Yesus Kristus, dan telah menjadi kebiasaan secara umum untuk menghormatinya. Tetapi tidak ada suatu kepastian yang benar-benar dapat dipercaya bahwa kita sedang memelihara hari lahirnya Juruslamat.

Rumah Tangga Advent, Hal 473


Sejarah tidak memberikan kepastian kepada kita yang tepat mengenai Hari natal ini. Alkitab juga tidak memberikan kepada kita waktu dan tanggal kelahiran itu yang tepat

Rumah Tangga Advent, Hal 473


Adakah Tuhan menganggappengetahuan ini penting untuk keselamatan kita, kalau dianggap begitu penting sudah tentu dibicarakan melalui nabi-nabi dan rasul-rasul, sehingga kita dapat sega;la sesuatu menganai twaktu dan tanggal mengenai kelahiran itu.

Rumah Tangga Advent, Hal 473


Dalam kebijaksanaanya Tuhan telah menyembunyikan tempat Musa dan di mana dikuburkan. Allah telah menguburkan dia, dan Allah telah membangkitkan Musa kembali dan membawanya ke sorga. Rahasia ini sudah terjadi untuk mencegah pemujaan terhadap berhala.

Rumah Tangga Advent, Hal 474


Untuk maksdu yang sama Dia telah menyembunyikan hari kelahiran dari Yesus Kristus yang tepat, sehingga pada hari itutidak akan menerima penghormatan yang seharusnya diberikan kepada Kristus sebagai penebus dunia.

Rumah Tangga Advent, Hal 474

Sumber : www.chick.com, BABYLON MYSTERY RELIGION By Ralph Woodrow, http://id.wikipedia.org/wiki/Natal#Sejarah